Rabu, 30 Oktober 2013

Jaringan Internet Bawah laut Segera Terwujud



New York - Mengakses internet di bawah laut tampaknya bakal segera jadi kenyataan. Pasalnya, para peneliti dari Universitas Buffalo, New York, AS, dikabarkan tengah mengujicoba sebuah sistem untuk menyediakan koneksi internet di bawah air.

Melalui proyek arsitektur jaringan bawah laut, para peneliti menemukan kemungkinan tersedianya jaringan nirkabel berupa WiFi di bawah laut kelak. Namun, jangan bayangkan Anda bisa mengunggah foto ke Instagram atau berkicau melalui Twitter dari bawah laut.

Karena jaringan WiFi di bawah air ini nanti akan digunakan untuk memantau kehidupan di laut, mendeteksi tsunami dan gempa bumi lebih awal, dan bahkan membantu polisi dalam melacak pengedar narkoba.

Salah satu ilmuwan yang bekerja untuk proyek ini, Tommaso Melodina menyatakan, teknologi WiFi sementara hanya digunakan untuk memonitor aktivitas samudera, mendeteksi tsunami, gempa bumi, bahkan membantu penegak hukum mencegah perdagangan obat terlarang melalui jalur laut.

"Jaringan nirkabel yang direndam di bawah laut mampu memberikan kami informasi atau hal yang belum pernah terjadi sebelumnya secara real time," ujar Melodina seperti dilansir DigitalTrends.

Informasi seperti peringatan tsunami atau bencana lainnya, menurut Melodina, dapat langsung terkirim ke smartphone atau komputer. “Tentu hal ini bisa membantu menyelamatkan nyawa," tandasnya.

Tantangan yang dihadapi ilmuwan dalam memasang WiFi bawah laut adalah bagaimana mentransfer data melalui jaringan. Sistem yang berbasis di darat, seperti router WiFi menggunakan gelombang radio untuk mengkomunikasikan informasi.

Untungnya, gelombang berbasis suara, bekerja dengan baik di bawah laut. Cara ini umum digunakan oleh kapal selam yang mengandalkan kekuatan sonar untuk navigasi.

Melodina beserta tim sebelumnya melakukan uji coba di salah satu danau terbesar di Amerika Utara, yakni Danau Erie, yang membentang dari Ontario, Kanada, hingga Michigan, AS.

Di sana, mereka menjatuhkan dua sensor seberat 18 kg ke dalam air yang terhubung ke pelampung yang memancar ke permukaan, yang kemudian mengubah sinyal radio WiFi menjadi gelombang suara.

Beberapa detik kemudian mereka mendeteksi umpan balik dari sensor tersebut. Hal itu membuktikan bahwa solusi jaringan bawah air dapat berjalan dengan baik.

Meski demikian, teknologi ini masih perlu pengembangan lebih lanjut agar dapat terhubung ke smartphone, tablet, komputer, dan perangkat lainnya secara real-time.

Menurut Melodina, tantangan untuk mewujudkan WiFi di bawah laut adalah saat gelombang radio yang ada di bawah air menjadi kosong. Untuk mengatasinya, para peneliti mencoba menerapkan prinsip sonar pada sistem navigasi kapal selam.

Jadi, tak ada salahnya jika kini Anda mulai mempersiapkan diri untuk memiliki perangkat komunikasi multimedia yang tahan air. [ikh]
Sumber : inilah.com


Kamis, 03 Oktober 2013

Intel Xeon E5-2600 v2 Siap Dukung Server



Intel meluncurkan keluarga baru prosesor Xeon E5-2600 v2 (kode nama Ivy Bridge-EP) untuk perangkat komputer server dual-socket dan workstation, yang diklaim mengalami peningkatan kinerja dan membuat lebih efisien dari generasi sebelumya.

Prosesor terbaru yang dibangun dengan proses fabrikasi 22 nano meter (nm) ini, menawarkan efisiensi daya hingga 45 persen dan peningkatan kinerja sekitar 50 persen lebih, dibandingkan dengan prosesor Xeon E5-2600 v1.

Senior Vice President and General Manager of the Datacenter and Connected Systems Group Intel, Diane Bryant mengatakan, keluarga prosesor ini cocok untuk menangani berbagai beban kerja komputer server, storage, dan jaringan.

Jumlah inti (core) maksimal pada prosesor Xeon E5-2600 v2 ditingkatkan dari 8 core menjadi 12 core, dengan cache Level 3 dari 20MB menjadi 30MB. Sementara untuk operasi maksimum meningkat sebesar 200MHz, membawa frekuensi dasar 3,5GHz dan frekuensi turbo 4GHz.

Dua fitur keamanan baru diperkenalkan dalam keluarga prosesor, yakni OS Guard, yang mengisolasi sistem operasi dari serangan program jahat.

Sejatinya, keluarga prosesor Xeon E5-2600 v2 dibangun dalam tiga varian untuk menargetkan beban kerja yang berbeda-beda.

Pertama, adalah prosesor dengan 4-6 core dengan 15MB L3 cache dan 40 sampai 80W Thermal Design Power (TDP). Kedua, prosesor 6-10 core dengan 25MB L3 cache dan 70 sampai 130 W TDP.

Dan yang terakhir, prosesor 12 core dengan 30MB L3 cache dan 115 sampai 130W TDP. Varian 12 core ini mencakup tambahan memori pengontrol untuk meningkatkan bandwidth memori.

Keluarga prosesor Intel Xeon E5-2600 v2 akan dipakai pada IBM NextScale System, IBM X3650 M4HD, dan lainnya. Selain itu, Dell juga telah memilih prosesor terbaru ini untuk solusi penyimpanan data.

Xeon E5-2600 sudah mulai dikirimkan dan berada  di kisaran harga 202 sampai 2.614 dollar AS jika membeli dalam jumlah 1.000. Sementara itu, tiga single-socket prosesor Intel Xeon E5-1600 akan ditawarkan untuk workstation dengan kisaran harga 294 sampai 1.080 dollar AS.